DEKLARASI KE-2, PERNYATAAN SIKAP WARGA KETURUNAN TIONGHOA BERSAMA GALGENDU

 

DEKLARASI KE-2, PERNYATAAN SIKAP WARGA KETURUNAN TIONGHOA BERSAMA SRI EKA SAPTA WIJAYA GALGENDU BERLANGSUNG SUKSES

Saksikan penjelasan nya di TV’45 dibawah ini/ klik;

 

TV’45

'Media Para Pejuang'




Teks TV’45

JAKARTA– Deklarasi ke-2 Pernyataan Sikap Warga Keturunan Tionghoa Bersama Sri Eka Sapta Wijaya Galgendu Berlangsung Sukses

Jakarta-Dilatarbelakangi sejarah maka hari ini di Jakarta Pusat, Selasa (25/08) diadakan deklarasi pernyataan sikap warga keturunan Tionghoa. “Karena melihat berbagai permasalahan yang timbul di masyarakat , bangsa dan negara Indonesia mengenai pentingnya kesadaran persatuan dan kesatuan serta pentingnya satu ikatan kebangsaan. maka warga Keturunan Tionghoa Menyatakan sikap kesadaran kebangkitan kebangsaan sebagai Putera-Puteri Bangsa Indonesia dan sebagai warga negara Indonesia. Adapun dasar yang kuat dari pernyataan ini adalah karena dasar kesamaan pemahaman.”Ujar Sri Eka Sapta Wijaya Galgendu, Pelindung dan Penanggung Jawab Deklarasi Pernyataan Sikap ini.

Galgendu menyampaikan ini adalah deklarasi ke-2 yang sebelumnya telah dilaksanakan tanggal 12 Agustus 2020.

Sebagai informasi ikut hadir juga dalam acara ini kalangan TNI, penggiat sosial budaya lintas sektoral dan tokoh penting lainnya menyaksikan deklarasi pernyataan sikap tersebut.

“Saya bangga sudah dua kali ikut sebagai peserta deklarasi pernyataan sikap ini, ini adalah suatu momen bersejarah yang selalu terpatri di jiwa raga ini.”Ungkap Indri salah satu deklarator.

Sucahyadi dan Tan Chownam yang juga sebagai deklarator mengatakan hal yang sama bahwa sangat bangga dengan Pernyataan Sikap ini.

“Terharu dan sangat bangga serta susah ditulis dengan kata-kata.”Lanjut Evelyne yang sudah dua kali sebagai deklarator.

“Sesuai fakta bahwa hampir 700 tahun bertanah air serta bertumpah Darah Indonesia. Maka ini adalah pernyataan sikap dan kesadaran bahwa saudara-saudari kita ini sudah bukan warga keturunan bangsa Indonesia tetapi adalah Putera-Puteri Bangsa Indonesia.”Pungkas Eka Galgendu.

Laporan: Jal/ Gao