Indonesia Dalam Keadaan Darurat Berikut Penjelasan Pimpinan Gema Gong Pancasila

TV’45

'Media para Pejuang'

JAKARTA- Melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini yang dapat dikatakan dalam keadaan darurat, Pimpinan Gema Gong Pancasila, bersama ketua umum Singa Betina Indonesia, dan ketua umum Laskar Palapa (Patriot Pembela Pancasila) gelar diskusi bertajuk tema ‘Indonesia Dalam Keadaan Darurat’

Menyikapi hal tersebut, Wardi Jien Sh, pimpinan Gema Gong Pancasila dalam penjelasan nya menerangkan bahwa cara mengatasi persoalan kondisi bangsa yang sudah carut-marut ini agar segera diperbaiki supaya tidak semakin parah, yaitu salah satunya dengan memperbaiki sistem nya.

“Mari kita untuk perbaiki sistem tata kebangsaan kita ini agar lebih baik dan akuntabilitas nya bisa lebih tinggi, berdasarkan landasan utama nya Pancasila, bhineka tunggal ika, Gotong royong, serta adat budaya bangsa,” ujar Wardi Jien mengatakan saat gelar jumpa pers di Mabes Gong Pancasila, kawasan Senen, Jakarta pusat, senin (30/11/20020)

Tambahnya lagi mengatakan, bahwa secara sistem bangsa kita ini sudah punya sistem dari sejak zaman nenek moyang dulu, seperti sistem adat dan kebudayaan agar lebih diberdayakan kembali.

“Jangan pakai ilmu dari luar(negeri) yang kita tidak paham visi-misi pembuatan nya, buat apa?,” tegas sang Pencetus ilmu TRI FALAQ TUNGGALISTIK ini mengatakan.

Menurut nya, Indonesia saat ini mengalami darurat Ideologi, dimana Pancasila dapat serangan ideologi dari seluruh penjuru dunia baik terorisme, komunisme, liberalisme, dan sebagainya.

“Saat ini Pancasila seperti dikeroyok dari berbagai penjuru dunia luar,” jelas Wardi.

Dia juga menegaskan, adapun Pancasila itu dibuat oleh para pendiri bangsa Indonesia sebenarnya tidak melanggar syariat agama manapun.

“Silahkan berpendapat apapun tentang Pancasila, namun perlu mengaplikasikannya dengan benar sesuai dengan nilai luhur bangsa Indonesia, jangan hanya dijadikan sebuah jargon,” tegas dia.

Wardi juga menyinggung mengenai sistem demokrasi yang sebenarnya tidak pas dengan bangsa Indonesia yang majemuk.

“Demokrasi hanya bisa dipakai di tempat yang tidak ada raja, sultan maupun kepala suku. Seperti contoh di Amerika Serikat dimana penduduknya adalah pendatang dari berbagai penjuru dunia,” papar dia.

Maka dari itu, dia juga ingin agar tatanan Kebangsaan hari ini diperbaiki dengan kembali ke Bhineka Tunggal Ika dengan adat istiadat nenek moyang Indonesia.

Sementara itu menyikapi hal ini, Imam Maarif ketua umum Laskar Palapa mengatakan bahwa bila kondisi negara masih berjalan seperti ini terus, maka semakin lama masyarakat kita tertindas.

“Maka itu saya berharap ada kesadaran bersama. Saya sepakat dengan yang dikatakan pak Wardi tadi, agar kita kembali ke titik nol dan bikin konsep yang baik buat bangsa ini berdasarkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika serta dengan adat istiadat nenek moyang bangsa Indonesia,” ujarnya mengatakan (Br)

Redaksi Editor: Sham

Saksikan juga penjelasan singkatnya di TV’45 dibawah ini;

TV’45