Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Diduga ODGJ, Aktivis : Penyidik Harus Libatkan Ahli Kejiwaan

Jakarta,tv45.co,id – Aktivis Bartolomeus Silitonga meminta kepolisian agar profesional dalam menangani kasus penusukan yang dialami Ulama Syekh Ali Jaber ketika memberikan ceramah  di Masjid Falahudiin, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB), Bandar Lampung, Minggu 13 September 2020.

Walau sudah menetapkan  seorang pemuda berinisial AA (24) sebagai tersangka atas kejadian tersebut, polisi diminta agar melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Polisi harus melakukan pemeriksaan mendalam kepada semua pihak terkait atas kejadian tersebut. Fakta-fakta, keterangan serta petunjuk yang didapat harus diuji dengan cermat,” kata Barto–sapaan akrabnya–kepada tv45.co.id, Senin (14/9/2020) pagi

Pasalnya, keterangan ayah AA kepada penyidik, dikatakan bahwa anakya tersebut merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Ayah AA saat kembali ke Polresta Bandar Lampung untuk dimintai keterangan oleh penyidik bilang kalau anaknya ada gangguan mental sampai saat ini.Itu yang harus diuji penyidik dengan melibatkan ahli kejiwaan atau psikiater, apakah memang benar pelaku alami keterbelakangan mental atau tidak,” kata lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Menurut dia,segala kemungkinan lain yang menjadikan kasus ini dapat terungkap dengan jelas, seperti dugaan keterlibatan pihak tertentu perlu ditindaklanjuti dengan baik.

“Apalagi, kasus ini sudah menyedot perhatian publik dan pemerintah. Masyarakat, tokoh agama, petinggi negara, lantas banyak yang bertanya-tanya apakah ini pelaku tunggal atau ada aktor intelektualnya, ini yang wajib ditemukan titik terangnya oleh penyidik,” paparnya. (SOE)