“Selamat Jalan Pak Kurnia Sang Legenda Puncak, Sekarang HT nya Sudah Bisa Dimatikan Pak”

Bogor,tv45.co.id – Dedikasi dan loyalitas yang sempurna dalam berdinas. Begitulah pandangan seluruh keluarga besar Polres Bogor, khususnya Satuan lalu lintas (Satlantas) terhadap sosok Aiptu Kurnia.

Dibalik kebanggaan tersebut, terselip kesedihan mendalam yang dirasakan baik itu oleh keluarga besar Polres Bogor maupun anggota Polri lainnya yang pernah berdinas di Polres Bogor  terhadap insan bhayangkara yang sudah puluhan tahun mengabdikan dharma baktinya pada Unit Gatur, Satlantas Polres Bogor.

Aiptu Kurnia, meninggal dunia karena sakit pada Minggu (13/9/2020).

Mantan Kanit Turjawali Satlantas Polres Bogor, Ipda Danny Trisespianto Arif Sutarman, mengatakan selama berdinas Aiptu Kurnia selalu menunjukkan kinerja baik, loyalitas yang tinggi dalam pengabdian.

Bahkan walau dalam kondisi sakit, kata dia, Aiptu Kurnia masih tetap memikirkan tugas.”Bapak udah enggak sakit lagi ya.Selamat Jalan Pak Kurnia sang Legenda Puncak, sekarang HT (Handy Talky) nya udah bisa dimatikan pak. Waktunya istirahat dengan tenang sang Legenda,”tutur Ipda Danny dalam keterangannya, Minggu (13/9/2020).

“Maafin saya tidak bisa nganter ke peristirahatan terakhir Bapak,”imbuh dia

Senada, disampaikan mantan Kanit Laka Satlantas Polres Bogor, Iptu Asep Saefudin. “Pak Kurnia sosok senior yang baik kalau menurut saya,bijak dan tak kenal lelah,”tukasnya.

Begitu juga dengan mantan Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama yang menyebut jika almarhum ialah pribadi yang ramah dan disiplin dalam bekerja. “Innalillaahi Pak Kurnia, jasa dan kebaikanmu selalu akan kami kenang, selamat jalan sang legenda penjaga Puncak,”tandasnya.

Sang istri mendiang, mengenang sosok suaminya merupakan pekerja keras. Menurutnya,pernah suatu ketika saat sakit, Aiptu Kurnia yang sedang tergolek lemah di rumah sakit, sampai meletakkan HT yang biasa dipakai sehari-hari dalam berdinas di sisi tempat tidurnya, guna memantau kelancaran arus lalu lintas di seputaran wilayah Puncak,Bogor.

“Sejak tahun 1996 Bapak jadi anggota Satlantas Polres Bogor dan alhamdullilah setelah itu Bapak belum dipindah-pindah seterusnya, Bapak tidak pernah mengeluh walaupun dia capek apa pun yang dia kerjakan dengan ikhlas, tetap nomor satu dinas,” katanya.

“Sakitnya diabetes,jari kakinya udah tiga enggak ada,dipotong. Selama di rumah sakit dia selalu nyetel  HT di kepalanya, saya sering bilang ‘kan sakit pak,enggak usah dinas’, ‘kan tugas mah tugas,katanya gitu’. Bapak tidak pernah libur, tidak pernah merasakan weekend, saya malah bangga, bapak benar-benar menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan tanggung jawab,”sambungnya.

Diketahui, semasa berdinas Aiptu Kurnia banyak menghabiskan pengabdiannya untuk menjaga dan mengatur kelancaran arus lalu lintas di seputar wilayah Puncak Bogor,Jawa Barat, khususnya pada Simpang Gadog dan Simpang Megamendung.(SOE)